MAKALAH PENGANTAR WEB SCIENCE ANALISIS WEB
Dosen Pengampu:
Dr. Budi Utami Fahnun, SKom., MM

Disusun Oleh :
Yovan Fajar
Nurizal
51421540
2IA23
TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke
hadirat Allah SWT atas segala rahmat, hidayah, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini
dengan judul "Analisis Web". Makalah ini disusun sebagai salah satu
tugas mata kuliah Pengantar Web Science dan dalam rangka memperluas pemahaman dan pengetahuan penulis mengenai
analisis website.
Makalah ini bertujuan untuk membahas
konsep dasar mengenai pengertian analisis web,
metode metode analisis web, serta contoh Penulis akan membuat hasil dari penerapan
salah satu metode analisis web terhadap 5
website yang akan dijadikan
subjek uji.
Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih memiliki ruang untuk perbaikan dan pengembangan
lebih lanjut. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik, saran, dan masukan
yang konstruktif untuk
memperbaiki kualitas makalah ini.
Akhir
kata, semoga makalah
ini dapat memberikan manfaat dan menjadi
referensi yang berharga bagi pembaca yang tertarik dalam
memahami dan menerapkan analisis web. Kami menyadari
bahwa makalah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu, masukan dan saran untuk perbaikan
selanjutnya sangat kami
harapkan.
Bekasi, 5 Juni 2023
Penulis (Yovan Fajar Nurizal)
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Analisis
Web
2.2 Langkah Langkah
Analisis Web
2.3 Metode Metode
Analisis Web
2.4 Hasil Analisis
Website
2.4.1 Hasil Analisis
Website Pemprov DKI Jakarta
(https://jakarta.go.id/)
2.4.2 Hasil Analisis
Website Pemprov Jawa Barat (https://jabarprov.go.id/)
2.4.3 Hasil Analisis
Website Pemprov DI Yogyakarta (https://jogjaprov.go.id/)
2.4.4 Hasil Analisis
Website Pemkot Surabaya
(https://surabaya.go.id/)
2.4.5 Hasil Analisis
Website Pemkab Sumedang
(https://sumedangkab.go.id/)
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam era digital yang semakin maju, website telah menjadi
salah satu elemen krusial dalam
membangun keberadaan dunia online dan memfasilitasi interaksi antara pengguna dengan informasi yang disajikan. Namun,
memiliki sebuah website saja tidak cukup untuk
mencapai kesuksesan. Penting untuk memahami secara mendalam bagaimana
website tersebut berkinerja,
bagaimana pengguna berinteraksi dengan website, dan bagaimana meningkatkan pengalaman pengguna agar
lebih optimal.
Dalam dunia yang penuh persaingan ini, pemahaman yang
mendalam tentang analisis website
adalah suatu keharusan. Melalui analisis website, kita dapat memperoleh wawasan tentang perilaku pengguna, mengukur
performa website, dan mengidentifikasi potensi
perbaikan yang dapat meningkatkan interaksi dan kepuasan
pengguna.
Makalah ini bertujuan untuk membahas definisi dan
metode-metode yang digunakan dalam
analisis website. Penulis juga akan memberikan contoh implementasi metode
analisis pada website yang umum
digunakan oleh masyarakat. Dengan melihat contoh-contoh konkret, diharapkan pembaca
akan memperoleh gambaran
yang lebih jelas tentang bagaimana analisis website dapat
diterapkan dalam situasi nyata.
Melalui makalah ini, diharapkan pembaca akan memperoleh
pemahaman yang lebih mendalam
tentang konsep analisis website, metode-metode yang relevan, dan aplikasinya dalam konteks praktis. Dengan demikian,
makalah ini dapat menjadi panduan berharga bagi mereka yang ingin meningkatkan kinerja website mereka dan
memberikan pengalaman pengguna yang optimal.
1.2
Rumusan Masalah
1. Apa definisi
analisis website dan bagaimana pemahaman
terhadap konsep tersebut
dapat membantu dalam mengoptimalkan kinerja sebuah website?
2. Apa
saja metode-metode yang dapat digunakan untuk menganalisis sebuah website secara efektif dan bagaimana
penerapannya dalam memahami perilaku pengguna
serta meningkatkan pengalaman
pengguna?
3. Bagaimana
hasil implementasi metode analisis website pada website-website pemerintahan yang digunakan oleh beberapa
masyarakat dalam wilayah tertentu untuk memperoleh informasi.
1.3
Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari analisis
web
2. Untuk
mengetahui metode-metode yang bisa digunakan dalam menganalisis web sebuah
website
3. Untuk
memberikan hasil implementasi dari sebuah metode analisa web terhadap website yang digunakan oleh beberapa
masyarakat dalam wilayah tertentu untuk memperoleh informasi terhadap pemerintahannya
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Analisis Web
Analisis web adalah proses pengumpulan,
pengukuran, analisis, dan pelaporan data tentang lalu lintas situs web dan perilaku pengguna.
Ini membantu pemilik
situs web memahami berapa banyak orang yang
mengunjungi situs web mereka, berapa lama mereka tinggal, halaman apa yang mereka lihat, dan bagaimana mereka
sampai di sana. Informasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja situs web dan pengalaman pengguna.
Analisis web merupakan suatu hal yang penting untuk
memahami perilaku pengunjung situs web dan mengoptimalkan kinerja situs web. Prosesnya
melibatkan pengumpulan data tentang
penggunaan situs web, menganalisisnya, dan menggunakan wawasan yang diperoleh untuk membuat keputusan
berdasarkan data. Analisis
web bukan hanya tentang mengukur
lalu lintas web; itu juga dapat digunakan untuk riset bisnis
dan pasar, meningkatkan efektivitas situs web, dan
menyempurnakan kampanye pemasaran.
Alat analisis web dapat membantu
pemilik situs web melacak perilaku pengguna,
seperti halaman apa yang mereka
kunjungi, berapa lama mereka berada
di setiap halaman,
dan tindakan apa yang mereka
lakukan di situs tersebut. Informasi ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi area di mana pengguna mengalami
kesulitan, seperti navigasi
yang membingungkan atau pemuatan halaman
yang lambat. Dengan
mengatasi masalah ini, pemilik situs
web dapat meningkatkan pengalaman pengguna
Secara keseluruhan, analisis web adalah
komponen penting dari setiap strategi digital.
Dengan menganalisis data situs web, bisnis dapat memperoleh wawasan
berharga tentang perilaku dan preferensi pelanggan
mereka, serta mengidentifikasi area untuk perbaikan. Dengan alat dan keahlian yang tepat, analisis web dapat menjadi
alat yang ampuh untuk mendorong pertumbuhan dan kesuksesan bisnis.
2.2 Langkah-Langkah Analisis Web
1. Tetapkan tujuan
Analisis Website
Sebelum
melakukan analisis web kegiatan yang harus dilakukan adalah menentukan niat tujuan, Apakah tujuannya hanya
mengaudit SEO saja atau secara keseleruhan. Hal tersebut harus ditentukan diawal sebelum mengaudit website.
Mungkin
website mengalami bounce rate yang lebih tinggi dari biasanya Atau landing page tidak melakukan konversi seperti
yang diharapkan, atau mungkin telah melihat lalu trafik website menurun.
Ketika
sudah menentukan tujuan kita bisa lebih mudah untuk melakukan website analisis, Sehingga kita tak perlu lagi
pusing ketika menganalisis website bagian mana
dulu yang harus dianalisis.
2. Petakan Mengenai
Audit Website
Setelah
menentukan tujuan analisis website, Kita bisa memetakan apa yang harus kamu lakukan saat mengaudit website.
Misalnya akan menganalisis performa SEO Website
Untuk
menganalisis SEO website, Kita tentunya membutuhkan data, Data ini bisa kamu dapatkan dari google search
console. Nah dari sinilah kita bisa mulai menganalisis website.
Jadi
disini kita memetakan apa yang harus dilakukan dalam mengaudit website, seperti contoh; Mencari data melalui
google search console, Kemudian mencari informasi
performa website, Menentukan apa yang harus dioptimasi, hingga seterusnya. Kita bisa melakukan hipotesa
terhadap hal ini, Sehingga memiliki gambaran terlebih dahulu dalam menganalisis website.
3. Mengukur Apa yang Terjadi
Setelah
melakukan hipotesa, Kita harus melakukan pengujian dan pengukuran apa yang sebenarnya terjadi pada website kamu.
Dengan kata lain, Kita memulai melakukan
website analisis. Ini merupakan langkah di mana prosesnya dan langkah yang dilakukan sangat bervariasi
berdasarkan pada jenis audit website yang dilakukan baik itu analisis
SEO, analisis UX, atau yang lainnya.
Misalnya,
ingin menganalisis pengalaman pengguna situs web, Kita dapat menggunakan Tools Heatmaps, rekaman sesi,
dan alat-alat lain yang membantu kamu dalam
melihat bagaimana perilaku pengguna yang sebenarnya di seluruh website kamu. Informasi tentang perilaku klik,
scroll, dan lainnya menambahkan konteks dan feedback kualitatif.
4. Menentukan Penyebab dan Solusinya
Setelah melakukan pengujian, tentunya kita menemukan sebuah
data, dan dengan data ini tentunya kita bisa tahu apa saja
penyebab dan solusinya. Misalnya landing page
mengalami minim konversi, Kita bisa menyimpulkan penyebabnya, Apakah karena
elemennya kurang maksimal seperti CTA atau gambar pendukung atau hal
lainnya.
Setelah
itu kita menentukan solusinya, Lalu bagaimana solusi mengatasi landing page yang minim konversi? Solusinya dengan
menggunakan A/B testing atau split testing untuk menguji tentang landing
page yang dibuat.
Dengan
begitu kita bisa menganalisis website dengan lebih baik, Kita tidak perlu bersusah payah mengaudit website. Cukup
dengan beberapa langkah mudah kita bisa menganalisis
website dengan baik.
2.3 Metode Metode Analisis
Website
1. WebQual 4.0:
WebQual
4.0 adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengukur kualitas website berdasarkan persepsi pengunjungnya.
Metode ini melibatkan penggunaan kuesioner yang
mencakup berbagai aspek kualitas website, seperti kebermanfaatan, keterpercayaan, kepuasan, dan loyalitas
pengunjung. WebQual 4.0 memberikan kerangka
kerja yang sistematis untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas website
berdasarkan umpan balik pengunjung.
2. PIECES:
PIECES
adalah singkatan dari Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service, yang merupakan
faktor-faktor yang diukur dalam metode analisis
ini. PIECES digunakan untuk menganalisis kepuasan pengguna terhadap website dengan mempertimbangkan
elemen-elemen penting dalam pengalaman pengguna,
seperti kecepatan website, ketersediaan informasi yang relevan, efisiensi interaksi, kontrol yang diberikan kepada pengguna, ekonomi
penggunaan website, dan kualitas layanan
yang diberikan.
3. Important and Performance Analysis
(IPA):
Metode
IPA digunakan untuk menganalisis kesenjangan antara pentingnya suatu aspek website bagi pengunjung dan kinerja
aktual website dalam aspek tersebut. Metode ini melibatkan penggunaan kuesioner yang mengharuskan pengunjung untuk menilai
seberapa penting dan seberapa baik performa website dalam berbagai dimensi, seperti kecepatan, desain,
navigasi, konten, dan fitur-fitur lainnya. Dengan mengidentifikasi kesenjangan antara penting dan performa, IPA
membantu mengidentifikasi area-area
perbaikan yang perlu ditingkatkan
pada website.
4. Think-Aloud:
Think-Aloud adalah metode di mana pengguna diminta untuk mengungkapkan pikiran
dan reaksi mereka secara verbal
saat mereka menggunakan website. Pengguna
diminta untuk berbicara secara terus menerus
tentang apa yang mereka lihat,
apa yang mereka coba lakukan, dan apa yang mereka rasakan saat
berinteraksi dengan website. Metode
ini memberikan wawasan langsung tentang pemikiran dan pengalaman pengguna saat menggunakan website, dan
dapat membantu mengidentifikasi masalah, kesulitan, atau kebingungan yang mungkin mereka alami.
Selain 4 Metode diatas masih banyak lagi metode yang dapat
digunakan dalam menganalisis web.
Salah satu contohnya adalah metode yang akan saya gunakan dalam penganalisisan website
saya yaitu metode
analisis purposive random sampling
dan studi kasus dari buku “The Principles Of Beautiful Web Design”
2.4 Hasil Analisis Website
Pada penganalisisan website kali ini saya menggunakan metode analisis purposive
random sampling dan studi
kasus dari buku “The Principles Of
Beautiful Web Design” untuk diterapkan pada 5
website pemerintahan yaitu :
1. Website Pemprov
DKI Jakarta (https://jakarta.go.id/)
2. Website Pemprov
Jawa Barat (https://jabarprov.go.id/)
3. Website Pemprov
DI Yogyakarta (https://jogjaprov.go.id/)
4. Website Pemkot
Surabaya (https://surabaya.go.id/)
5. Website Pemkab Sumedang (https://sumedangkab.go.id/)
Variabel yang digunakan
ada tujuh dari tigabelas variabel, sesuai
dengan buku
“The Principles of Beautiful Web Design”.
Tujuh variabel yang akan dianalisis yaitu :
1.
Defining good Design,
2.
Web Page Anatomy,
3.
Grid Theory,
4.
Balance,
5.
Unity,
6.
Bread and
Butter
7.
Layout dan Fresh
Trends.
Berikut adalah hasil analisisnya,
2.4.1 Hasil Analisis Website
Pemprov DKI Jakarta
(https://jakarta.go.id/)

·
Defining good Design:
Website
ini memiliki desain yang baik dengan tampilan yang menarik dan profesional. Penggunaan warna yang konsisten dan
penempatan elemen yang jelas membantu menciptakan tampilan
yang mudah dipahami.
·
Web Page Anatomy:
Website
ini memiliki struktur halaman web yang baik dengan judul halaman yang jelas, header yang mencakup logo dan menu
navigasi yang mudah diakses, serta konten utama yang ditempatkan di bagian
tengah. Footer menyediakan tautan
dan informasi penting
lainnya.
·
Grid Theory:
Prinsip grid terlihat dalam desain website
ini dengan tata letak halaman
yang mengikuti pola
grid yang teratur, memberikan kesan visual yang konsisten dan seimbang.
·
Balance:
Website ini mencapai keseimbangan visual dengan penempatan elemen yang proporsional dan pilihan ukuran dan warna yang
seimbang. Keseimbangan antara ruang kosong dan
konten memberikan tampilan yang menarik.
·
Unity:
Website
ini mencapai kesatuan visual dengan penggunaan elemen desain yang konsisten. Logo, palet warna, dan tipografi yang seragam
digunakan di seluruh halaman, memberikan kesan profesional dan terpadu.
·
Bread and Butter:
Website
ini menggunakan elemen desain standar dan familiar bagi pengguna. Pola penempatan konten dan navigasi yang mudah
dipahami, serta penggunaan ikon yang umum, meningkatkan kenyamanan pengguna dalam mengakses website.
·
Layout dan Fresh Trends:
Website ini menggunakan tata letak yang mudah dipahami
dan mengikuti pola desain yang umum
diterima. Meskipun tidak terlalu mengikuti tren desain terbaru, website ini memberikan tampilan yang bersih dan profesional.
2.4.2 Hasil Analisis Website
Pemprov Jawa Barat
(https://jabarprov.go.id/)

·
Defining good Design:
Website
ini menunjukkan desain yang baik dengan tampilan yang profesional dan terorganisir. Penggunaan warna yang konsisten dan penempatan
elemen yang jelas membantu menciptakan tampilan yang menarik dan mudah dipahami.
·
Web Page Anatomy:
Website
ini mengikuti prinsip dasar struktur halaman web dengan menyediakan judul halaman yang jelas di bagian atas. Header
halaman mencakup logo dan menu navigasi yang
mudah diakses, sedangkan konten utama ditempatkan di bagian tengah.
Footer menyediakan tautan dan informasi penting lainnya.
·
Grid Theory:
Prinsip
teori grid terlihat dalam desain website ini. Tata letak halaman secara umum mengikuti pola grid yang teratur, yang
membantu menciptakan konsistensi visual. Penggunaan
grid membantu dalam penempatan elemen-elemen desain dengan rapi dan seimbang.
·
Balance:
Website ini mencapai keseimbangan visual dengan penempatan
elemen yang proporsional dan
pemilihan ukuran dan warna yang seimbang. Keseimbangan antara ruang kosong dan konten
memberikan tampilan yang harmonis dan mudah dipahami.
·
Unity:
Website
ini mencapai kesatuan visual dengan menggunakan elemen desain yang konsisten. Logo, palet warna,
dan tipografi yang seragam digunakan di seluruh halaman.
Ini membantu menciptakan kesan yang profesional dan mengikat keseluruhan desain website.
·
Bread and Butter:
Website
ini menggunakan elemen desain standar dan familiar bagi pengguna. Pola penempatan konten, penggunaan ikon yang
umum, dan navigasi yang mudah dipahami memperkuat
prinsip "bread and butter" dalam desain. Hal ini memberikan
pengalaman pengguna yang lebih
nyaman dan akrab.
·
Layout dan Fresh Trends:
Website ini menggunakan tata letak yang mudah dipahami
dan mengikuti pola desain yang umum
diterima. Meskipun tidak terlalu banyak mengikuti tren desain terbaru, website
ini memberikan tampilan yang bersih dan profesional.
2.4.3. Hasil Analisis Website
Pemprov DI Yogyakarta (https://jogjaprov.go.id/)

·
Defining good Design:
Website
ini menampilkan desain yang baik dengan tampilan yang profesional dan terorganisir. Penggunaan warna yang
konsisten dan penempatan elemen yang jelas membantu menciptakan tampilan yang menarik
dan mudah dipahami.
·
Web Page Anatomy:
Website
ini mengikuti prinsip dasar struktur halaman web dengan menyediakan judul halaman yang jelas di bagian atas. Header
halaman mencakup logo dan menu navigasi yang
mudah diakses, sedangkan konten utama ditempatkan di bagian tengah.
Footer menyediakan tautan dan informasi penting lainnya.
·
Grid Theory:
Prinsip
teori grid terlihat dalam desain website ini. Tata letak halaman secara umum mengikuti pola grid yang teratur, yang
membantu menciptakan konsistensi visual. Penggunaan
grid membantu dalam penempatan elemen-elemen desain dengan rapi dan seimbang.
·
Balance:
Website ini mencapai keseimbangan visual dengan penempatan
elemen yang proporsional dan
pemilihan ukuran dan warna yang seimbang. Keseimbangan antara ruang kosong dan konten
memberikan tampilan yang harmonis dan mudah dipahami.
·
Unity:
Website
ini mencapai kesatuan visual dengan menggunakan elemen desain yang konsisten. Logo, palet warna, dan tipografi yang
seragam digunakan di seluruh halaman. Ini membantu menciptakan kesan yang profesional dan mengikat keseluruhan desain
website.
·
Bread and Butter:
Website
ini menggunakan elemen desain standar dan familiar bagi pengguna. Pola penempatan konten, penggunaan ikon yang
umum, dan navigasi yang mudah dipahami memperkuat
prinsip "bread and butter" dalam desain. Hal ini memberikan
pengalaman pengguna yang lebih
nyaman dan akrab.
·
Layout dan Fresh Trends:
Website
ini menggunakan tata letak yang mudah dipahami dan mengikuti pola desain yang umum diterima. Meskipun tidak terlalu
banyak mengikuti tren desain terbaru, website ini memberikan tampilan yang bersih
dan profesional.
2.4.4. Hasil Analisis Website
Pemkot Surabaya (https://surabaya.go.id/)

·
Defining good Design:
Website
ini menunjukkan desain yang baik dengan tampilan yang profesional dan terorganisir. Penggunaan warna yang
konsisten dan penempatan elemen yang jelas membantu menciptakan tampilan yang menarik
dan mudah dipahami.
·
Web Page Anatomy:
Website ini memiliki struktur
halaman web yang baik dengan
judul halaman yang jelas di bagian atas. Header halaman mencakup
logo dan menu navigasi yang mudah diakses, sedangkan
konten utama ditempatkan di bagian tengah. Footer menyediakan tautan dan informasi
penting lainnya.
·
Grid Theory:
Prinsip
teori grid terlihat dalam desain website ini. Tata letak halaman secara umum mengikuti pola grid yang teratur, yang
membantu menciptakan konsistensi visual. Penggunaan
grid membantu dalam penempatan elemen-elemen desain dengan rapi dan seimbang.
·
Balance:
Website ini mencapai keseimbangan visual dengan penempatan
elemen yang proporsional dan
pemilihan ukuran dan warna yang seimbang. Keseimbangan antara ruang kosong dan konten
memberikan tampilan yang harmonis dan mudah dipahami.
·
Unity:
Website
ini mencapai kesatuan visual dengan menggunakan elemen desain yang konsisten. Logo, palet warna, dan tipografi yang
seragam digunakan di seluruh halaman. Ini membantu menciptakan kesan yang profesional dan mengikat keseluruhan desain
website.
·
Bread and Butter:
Website ini menggunakan elemen desain standar dan familiar bagi
pengguna. Pola penempatan konten,
penggunaan ikon yang umum, dan navigasi yang mudah dipahami memperkuat prinsip "bread and
butter" dalam desain. Hal ini memberikan pengalaman pengguna yang lebih nyaman dan akrab.
·
Layout dan Fresh Trends:
Website ini menggunakan tata letak yang mudah dipahami
dan mengikuti pola desain yang umum
diterima. Meskipun tidak terlalu banyak mengikuti tren desain terbaru, website
ini memberikan tampilan yang bersih dan profesional.
2.4.5. Hasil Analisis Website
Pemkab Sumedang (https://sumedangkab.go.id/)

·
Defining good Design:
Website
ini menampilkan desain yang baik dengan tampilan yang profesional dan terorganisir. Penggunaan warna yang konsisten dan penempatan
elemen yang jelas membantu menciptakan tampilan yang menarik dan mudah dipahami.
·
Web Page Anatomy:
Website
ini mengikuti prinsip dasar struktur halaman web dengan menyediakan judul halaman yang jelas di bagian atas. Header
halaman mencakup logo dan menu navigasi yang
mudah diakses, sedangkan konten utama ditempatkan di bagian tengah.
Footer menyediakan tautan dan informasi penting lainnya.
·
Grid Theory:
Prinsip
teori grid terlihat dalam desain website ini. Tata letak halaman secara umum mengikuti pola grid yang teratur, yang
membantu menciptakan konsistensi visual. Penggunaan
grid membantu dalam penempatan elemen-elemen desain dengan rapi dan seimbang.
·
Balance:
Website ini mencapai keseimbangan visual dengan penempatan
elemen yang proporsional dan
pemilihan ukuran dan warna yang seimbang. Keseimbangan antara ruang kosong dan konten
memberikan tampilan yang harmonis dan mudah dipahami.
·
Unity:
Website
ini mencapai kesatuan visual dengan menggunakan elemen desain yang konsisten. Logo, palet warna,
dan tipografi yang seragam digunakan di seluruh halaman.
Ini membantu menciptakan kesan yang profesional dan mengikat keseluruhan
desain website.
·
Bread and Butter:
Website
ini menggunakan elemen desain standar dan familiar bagi pengguna. Pola penempatan konten, penggunaan ikon yang
umum, dan navigasi yang mudah dipahami memperkuat
prinsip "bread and butter" dalam desain. Hal ini memberikan
pengalaman pengguna yang lebih
nyaman dan akrab.
·
Layout dan Fresh Trends:
Website ini menggunakan tata letak yang mudah dipahami
dan mengikuti pola desain yang umum
diterima. Meskipun tidak terlalu banyak mengikuti tren desain terbaru, website
ini memberikan tampilan yang bersih dan profesional.
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Berdasarkan analisis terhadap kelima
website yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa semuanya memiliki desain yang baik
dan memperhatikan prinsip-prinsip dasar desain
web yang dijelaskan dalam buku The Principles of Beautiful Web Design.
Setiap website menunjukkan penggunaan
warna yang konsisten, penempatan elemen yang jelas, dan struktur halaman
yang terorganisir. Prinsip-prinsip seperti Grid Theory,
Balance, Unity, dan Bread and Butter juga diterapkan
dengan baik dalam desain setiap
website.
Namun,
terdapat beberapa perbedaan
antara website-website tersebut.
Beberapa website lebih
mengikuti tren desain terbaru dan menggunakan layout yang lebih modern, sementara yang lain lebih memilih tampilan
yang lebih konservatif dan klasik. Terlepas dari perbedaan tersebut, semua website berhasil
menciptakan pengalaman pengguna
yang baik dan memberikan informasi dengan jelas.
3.2
Saran
1.
Mengikuti tren desain
terbaru
Beberapa
website mungkin bisa mempertimbangkan untuk mengikuti tren desain terbaru agar tetap terlihat segar dan
relevan. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan
elemen desain yang lebih modern, menggunakan tampilan yang lebih minimalis, atau mengadopsi teknik desain
yang sedang populer.
2.
Meningkatkan konsistensi visual
Meskipun
setiap website menunjukkan kesatuan visual, ada ruang untuk meningkatkan konsistensi. Memastikan
penggunaan warna, tipografi, dan elemen desain
lainnya konsisten di seluruh halaman akan membantu menciptakan tampilan yang lebih
profesional dan terorganisir.
3.
Optimalisasi tata letak
Beberapa
website mungkin dapat mempertimbangkan penyesuaian dalam tata letak halaman
mereka. Memastikan penempatan elemen-elemen desain yang lebih seimbang dan mengikuti prinsip Grid Theory
akan memberikan kesan yang lebih rapi dan mudah dipahami bagi pengguna.
4.
Peningkatan navigasi
Menyediakan
navigasi yang intuitif dan mudah dipahami akan membantu pengguna menemukan informasi dengan lebih cepat.
Memastikan bahwa menu navigasi terorganisir
dengan baik dan tautan terkait ditempatkan dengan jelas akan mempermudah navigasi pengguna.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.websiterating.com/id/website-builders/glossary/what-is-web- analytics/
https://www.jagoanhosting.com/blog/analisis-website/
Fitria Ekarini
(2017). Analisis Desain
Website BNI, Bukopin,
J.Co Donuts, dan McDonals
Menurut Buku "The Principles of Beautiful Web Design". Jurnal Electronics, Informatics, and Vocational Education. 2(1).
Komentar
Posting Komentar